” PELANGGARAN UNDANG-UNDANG KEIMIGRASIAN MULAI DISIDANGKAN “

Sidang perdana perkara Keimigrasian hari ini Senin tanggal 15 Oktober 2018 pukul 15.00 WIT mulai digelar di Pengadilan Negeri Nabire, dengan susunan Majelis Hakim ERENS JANNES ULAEN, SH., MH. sebagai Hakim Ketua, ADITYA WIDYATMOKO, SH dan RIFIN NURHAKIM SAHETAPY, SH. masing-masing sebagai Hakim Anggota serta RAIMUNDUS NAKAPA sebagai Panitera Pengganti.

Adapun Jaksa Penuntut Umum dalam sidang tersebut adalah ARNOLDA AWOM, SH (Kepala Seksi TP. Umum) dan ARNES TOMASILA, SH (Jaksa Fungsional), sedangkan para terdakwa didampingi oleh 2 orang lawyer (Pengacara) yaitu HABEL RUMBIAK, SH., MH. dan KONDRAT EFFENDI, SH. dan seorang interpreter (penerjemah) yaitu TAN HENDRA TANAMAL. Dalam Sidang tersebut pertama kali dihadirkan terdakwa-terdakwa berkebangsaan China antar lain sebagai berikut :

Warga Negara China :

  1. WU JIMING,
  2. TANG GANG,
  3. LI YULING,
  4. LI CHANGFU,
  5. WU JIANG,
  6. LUO YUBING,
  7. LI SHIHONG,
  8. LU XIANPENG,
  9. ZHOU SHUNQING,
  10. WANG YONGLI,
  11. MAO JIALIN,
  12. HOU YUMEN,
  13. OUYANG WEISHAN,
  14. WU XIAOMING,
  15. GONG XIAOJUN,
  16. YANG ENLONG.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU bahwa para terdakwa melanggar pasal 122 huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo pasal 55 ayat (1) KUHP dimana para terdakwa dipekerjakan oleh PT. PASIIFIK MINING JAYA yang beroperasi menambang emas di KM. 38 Kampung Mosairo Distrik Makimi Kabupaten Nabire (terdakwa nomor urut 1 s/d 7), di KM. 70 Kampung Lagari SP. 4 Distrik Makimi Kabupaten Nabire (terdakwa nomor urut 8 s/d 12), di KM. 30 Kampung Mosairo Distrik Makimi Kabupaten Nabire (terdakwa nomor urut 13 s/d 16).

Setelah pembacaan dakwaan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi GERI YUDI ARMUNANTA dari Kantor Imigrasi Klas II Mimika.

Perkara keimigrasian tersebut terdiri dari 3 berkas perkara sesuai kebangsaan para terdakwa yaitu Kebangsaan China dengan 16 terdakwa, Kebangsaan Jepang dengan 4 terdakwa dan Korea Selatan dengan 1 terdakwa.

 

Sidang berikutnya untuk terdakwa-terdakwa berkebangsaan Jepang digelar hari Selasa tanggal 16 Oktober 2018 pukul 12.24 WIT. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan terdakwa-terdawa sebagai berikut :

Warga Negara Jepang :

  1. TANAKA YOSHIORI,
  2. HATAKAYAMA TORU,
  3. KANEDA HASASHI,
  4. ISOGAYA KAZUMASA.

Sidang dengan susunan Majelis Hakim ERENS JANNES ULAEN, SH., MH. sebagai Hakim Ketua, ADITYA WIDYATMOKO, SH dan RIFIN NURHAKIM SAHETAPY, SH. masing-masing sebagai Hakim Anggota serta IRWAN, SH., MH.  sebagai Panitera Pengganti.

Adapun Jaksa Penuntut Umum dalam sidang tersebut adalah ARNOLDA AWOM, SH (Kepala Seksi TP. Umum) dan ARNES TOMASILA, SH (Jaksa Fungsional), sedangkan para terdakwa didampingi oleh 1 orang lawyer (Pengacara) yaitu FADLI FITRI, SH., MH. dan seorang interpreter (penerjemah) yaitu KENN MURPHIL KINSAL.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU bahwa para terdakwa melanggar pasal 122 huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo pasal 55 ayat (1) KUHP dimana para terdakwa dipekerjakan oleh PT. PASIIFIK MINING JAYA yang beroperasi menambang emas di KM. 62 dan KM. 68 Kampung Lagari Distrik Makimi Kabupaten Nabire.

Selanjutnya Penasehat Hukum menyampaikan Eksepsi atas Dakwaan JPU, dan kemudian JPU meminta waktu untuk memberi tanggapan atas Eksepsi dari PH tersebut sehingga sidang ditutup pukul 12.57 WIT dan ditunda Rabu tanggal 17 Oktober 2018.

 

Sidang Ketiga JPU menghadirkan terdakwa berkebangsaan Korea Selatan GO SEONG YONG.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU bahwa para terdakwa melanggar pasal 122 huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo pasal 55 ayat (1) KUHP dimana para terdakwa dipekerjakan oleh PT. PASIIFIK MINING JAYA yang beroperasi menambang emas di KM. 62 dan KM. 68 Kampung Lagari Distrik Makimi Kabupaten Nabire.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *